Sedekah walo sedikit

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyianyiakan amal kebaikan hambaNya sekecil apapun” (QS Yusuf 90).

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, walaupun seperti (besarnya) sarang burung atau lebih kecil lagi, niscaya Allah akan bangunkan baginya rumah di dalam surga” (HR Ibnu Majah).

“Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak pernah mendahului sedekah” (HR Thabrani).

Jangan pernah remehkan sekecil apapun amal jariyah ini, walau serupiah, walau hanya doa, semua menjadi tabungan pahala, saksi di akhirat, obat jasmani rohani, mempermudah urusan, dicintai Allah, RasulNya, para MalaikatNya dan umat manusia, peringan saat sakaratul maut, mengundang keberkahan, penerang kubur, muka bercahaya, syafaat akhirat, dan sungguh pintu Syurga yg paling 13 adalah Asysyahoya yang hanya dilewati oleh hamba hamba Allah dermawan.

Sedekah walau sedikit

Mengetuk Hati

Perjalanan hidup seseorang tidak pernah bisa ditebak ataupun tidak ada yang tahu ke depan seperti apa?

Seperti halnya rejeki, jodoh dan maut… Nasib berpihak jika lapang begitu nikmat dan begitu sempit kadang menyakitkan. Pribadi yang berbeda dalam memandang sudut kehidupan dirasa tidak ada apa-apa. Tapi ternyata di ujung dunia kecil ini masih banyak orang hidup susah tanpa dia tahu harus berbuat apa???? Apakah mereka menangis atau berusaha mengemis.. atau bahkan menahan lapar sampai dia mati karena sudah tidaka ada lagi yang peduli dengan nasib mereka…

Bukankah Allah Maha Kaya ?

Bukankah Allah Maha Pemberi ?

Bukankah Allah Maha Kasih ?

Bagian dari mereka adalah kita! Jika kita mempunyai harta dan hanya kita miliki buat kita sendiri harusnya kita sadar…. Bukankah ini peluang kita untuk bekal amal abadi !!! sampai dimana perut kita sanggup memakan semua harta kita !!!

Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya! Bisa jadi mereka mati syahid karena laparnya dan hidup mulia nan abadi disisiNYA.

Mari rangkul mereka…

#kb

 

Kasih Minus Sayang

Sepenggal harapan aku gantungkan dilangit biru

Menyapa rembulan dan bintang yang penuh senyum

Ibu jangan menangis ya ? Aku ingin menyapamu walau lirih

Ibu jangan menangis ya ? Di setiap doa haturkan harap syurga untuk ibu ya

Kekecewaan aku teringat masa kecilku yang pernah menyakitimu

Senada dengan rasa bangga ketegaran ibu bertarung dalam hidup

 

Juga kasih bapak hangat menyapaku setiap langkah

Kau beri makan kami dengan hasil keringatmu

Memberi arti dalam setiap butir nasi yang kami telan

Bapak adalah penjaga kami setia dalam balutan cinta yang tersembunyi

 

Bingkai itu telah retak .. Bapak dan Ibu meninggalkan kami menyepi

Bingkai itu telah retak … Kasih peluk darimu tak kurasakan lagi

Bingkai itu telah retak … Nasi yang kau suguhkan telah sunyi

Bikai itu telah retak.. Dekapanmu tak kurasa hangatkan aku

 

Mungkin Tuhan di atas sana sudah menulis cerita ini

Hingga aku tak sadar bahwa manusia akan kembali pada akhirnya

Dunia menghidupi sementara kisah perjalanan nan abadi

Sujud kami padamu ya Allah berikan tempat terindah untuk ke dua orangtua kami..

 

#kb

Sebutir pasir sebuah kehidupan

“Sebutir pasir sebuah kehidupan”
Mari kita belajar dari alam di belahan bumi yang jauh dari hiruk pikuk manusia. Tepatnya di kampung arca desa sukawangi kec sukamakmur bogor. Ditengah hujan lebat dan angin kencang kami ngobrol di temani kopi hitam yang sudah hampir habis, kami mendengarkan sosok laki laki umur 30an sederhana dan biasa saja menurut kami. Beliau menceritakan tentang asal usul beliau datang ke kampung tersebut pada tahun 2007 dan membawa motivasi yg tertanam di benaknya sewaktu sekolah di SMA tentang anak kecil yang ketika ditanya tidak tahu sama sekali tentang agama islam padahal orang tuanya islam. Semangat beliau ingin mengajarkan ilmu tentang islam besar sekali di kampung tersebut hingga banyak pertentangan dari tokoh atau pun orang tua setempat.
Berpegang pada prinsip pantang menyerah dia korbankan waktu dan keluarga demi sebuah cita cita sederhana yaitu minimal anak anak kecil bisa membaca Alquran dan sedikit hafalan. Beliau katakan generasi kecil sekarang kalo tidak disentuh agama mau kemana bangsa kita nanti mentalnya.
Cukup prihatin memang di desa tersebut banyak orang tua yang kurang paham betul tentang agama, lebih mengutamakan nilai budaya yg diturunkan nenek moyang. Dan kehidupan keras sebagai petani ladang memaksa anak anak mereka ditinggal bekerja bahkan sampai menginap di bukit bukit sehingga pendidikan kurang diutamakan. Kehidupan di tanah yang subur tapi jauh dari kesejahteraan. Karena petani disana sebagian hidup di atas kendali para tengkulak hasil bumi yang ia setorkan pada umumnya.
Sebutir pasir untuk kehidupan beragama yang lebih baik ia sebarkan, walau keadaan rumah tangga beliau jauh dari istilah cukup. Tapi semangat beliau bak menantang langit tidak surut dimakan waktu.
Setelah berbincang tibalah kami melihat sekolah kecil yang ia katakan, Subhanalah kami hampir menangis dalam hati, sekolah di maksut adalah di tempat bekas kandang sapi yang tidak terpakai dan pas kami datang kami KAGET. Disana ada istrinya sambil menggendong bayi yang baru berumur 2 bulan mengajarkan ngaji hafalan untuk anak” kampung tersebut. Padahal hujan lebat masih ada tapi semangat anak kampung ini ternyata juga luar biasa, ditengah guyuran hujan dan jalan tanah mereka datang dengan semangat tinggi.
Ya Allah terima kasih kami telah Engkau berikan suatu pelajaran berharga pada hari itu. Kami sadar bahwa sosok sederhana yang kami tangkap ternyata memiliki jiwa semangat tinggi untuk memperjuangkan agamaMU ya Allah.
Kadang kita lalai atas nikmat yang telah Allah berikan pada kita, Rasa syukur kadang jauh dari kita.
Kalo ada orang baik dan mampu hanya berdiam diri, maka tidak lama lagi kiamat lah dunia ini, karena berarti memberikan peluang bagi orang orang jahat diluar sana berkuasa.

Ibu menggendong bayi sambil mengajar mengaji

orang sederhana tapi semangat tinggi

 

Note :

Bagi siapapun yang ingin melihat kondisi di lokasi, kami siap mengantarkan walau jalan menuju lokasi penuh tantangan. Silakan hubungi : admin@yatim-piatu.org

 

 

 

Manfaat Menyantuni Anak Yatim

Pada kesempatan ini saya ingin mengikuti salah satu giveaway yang diadakan oleh sahabat blogger atas nama Kang Achoey. Giveaway kali ini cukup sederhana, namun memiliki filosofi nisai sosial yang tinggi. Semoga para pembaca juga merupakan salah satu peserta dari giveaway tersebut yang bertema tentang Anak Yatim.

Apabila kita mendengar anak yatim, kita pasti beranggapan bahwa anak yatim adalah seorang anak yang tidak memiliki orang tua. Namun ketika saya mencari tentang pengertian anak yatim dalam bahasa Indonesia, definisi tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena ada kata anak piatu dan juga anak yatim piatu yang memiliki makna yang sama, yaitu anak yang tidak memiliki orang tua.

sumber : republika
Berdasarkan sahabat wikipedia, anak yatim adalah seorang anak yang tidak memiliki ayah, sedangkan anak piatu adalah anak yang tidak memiliki ibu. Serta yang disebut anak yatim piatu adalah seorang anak yang tidak memiliki ayah dan ibu. Setelah membaca pengertian tersebut, saya kemudian mencari definisinya menurut agama Islam.

Menurut istilah dalam syariat Islam, yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh dan dewasa, berdasarkan sebuah hadits yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan seorang disebut yatim,